Hanyutnya Tuhan Tuhan Lama

Oleh: Nietzsche Martadinata

 

Berserakan kata kata dengan sangat deras berpindah

Dari satu maksud pada pemaknanya di seberang dengan alat berbaterai

Mereka apakah benar benar ada pada kesadarannya?

Berjumlah nilai terbuang untuk hal yang dulu bahkan tidak terpikirkan

Yang perumpuan begitu cantik merayu kamera

Takkalah laki laki menata rambut menghiasi diri dengan anggunnya

 

Di sini aku begitu yakin arus sungai itu berubah arah

Tuhan tuhan lama itu telah hanyut

Moralitas dan rasa malu yang melingunginya

Pasir pasir keyakinan yang meratakan bumi

Semua berganti kegilaan akan kesenangan.

 

Segelintir dengan niat

Berusaha dengan kesabaran

Semua bertanggungjawab karena itu

Categories: Sastra

3 Comments

Novian Masyhuri · 18/05/2018 at 3:35 am

Apa ya maksudnya tuhan-tuhan lama?

    Christovel Brayen · 24/05/2018 at 2:36 am

    saya sebagai admin kurang bisa memberi tanggapan, karena ini karya dari seorang guru di sman4
    mohon maaf kaarena tidak bisa memberi jawaban yang di inginkan

    david martadinata · 18/11/2019 at 5:04 am

    nietzsche pernah membuat sebuah aforisme tentang matinya tuhan. namun makna tuhan dimaksud ialah bentuk kemapanan-kemapanan tatana sosial yang mulai kehilangan substansinya dan telah mulai diragukan keabsahannya oleh masyarakat. contoh: partai politik adalah bagian dari lembaga sosial yang cukup mapan bagi masyarakat modern dinama aspirasi rakyat dapat disalurkan, namaun dengan maraknyak korupsi yang dilakukan elit-elit partai politik membuat rakyat kehilangan kepercayaan pada lembaga tersebut.
    Penggunaan kata tuhan-tuhan lama dalam puisi tersebut juga mengacu pada makna yang sama yaitu nilai-nilai dan norma-norma sosial yang dianggap telah tidak lagi dipatuhi oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.